Exemple de disfemisme

Akibatnya Kata Yang tidak ditabukan ITU memperoleh Beban Makna tambahan. Tabu memegang peranan penting dalam Bahasa, Yang mana permasalahan ini merupakan kategori dari Ilmu Semantik. Kata-Kata tersebut tidak diucapkan, Atau setidaknya, tidak diucapkan di Depan Para Tamu Dalam Konse formelle Dan penuh Sopan santun. Rodman, Robert. Tabu dapat Juga membuat Malu, AIB, Dan perlakuan Kasar dari Masyarakat Sekitar. Kata-Kata ini seolah-Olah ditabukan Oleh kaum Wanita, Atau seolah-Olah menjadi Monopoli kaum pria. Pelanggaran Tabu biasanya tidak dapat pardon Dan dapat dianggap menyerang. Usaha Manusia untuk menghindari penunjukan langSung kepada Hal-Hal Yang tidak mengenakkan, seperti berbagai jenis Penyakit Dan Kematian tergolong pada jenis Tabu Yang kedua ini. Ketika seorang tokoh Perempuan Jawa berceramah Dalam pertemuan Yang sebagian Besar pesertanya Perempuan Sunda menganjurkan agar Jangan peur momok, para hadirin Yang sebagian Besar kaum Wanita Pun SENYUM dikulum, Lalu tertawa cekikikan. Sebaliknya, Masyarakat Thaïlande Juga seringkali sulit mengucapkan Kata encore Dan Key Karena memiliki Bunyi Fonetik Yang mirip dengan Kata JED Yang dalam Bahasa Thaïlande berarti “seks berhubungan” Dan khîi Yang berarti “kotoran”.

Ullmann, Dalam I Dewa Putu Wijana Dan Muhammad Rohmadi “Sosiolinguistik; Kajian teori Dan analisis “(Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2006), HLM. Dalam Hal ini untuk memudahkan pembahasan sebagai ingin Melihat dari Segi psikologis Yang melatarbelakangi munculnya istilah Tabu. Demikian halnya dengan Kata vagin dinilai lebih “Baik/Bersih” digunakan sementara Kata Cunt dinilai “Kotor” Dan Tabu untuk diucapkan; Atau Kata piqûre Atau coq menjadi Tabu sementara Kata pénis pardon sebagai istilah bagian anatomi kaum Laki-Laki Dan layak digunakan. Wardhaugh, Ronald. Une introduction à la langue (USA: The Dryden Press, 1988), HLM. Namun demikian, selalu Saja Ada orang-orang Yang melanggar aturan tersebut sebagai Usaha memperlihatkan cratie diri Terhadap larangan-larangan, Atau untuk memperlihatkan Tabu sebagai suatu Hal Yang irasional, sebagai Bentuk Gerakan “cratie berbicara “. Sambil Berbisik di Antara Sesama mereka, mereka katakana mana Mungkin peur momok. Bahkan Ada beberapa Bahasa Yang tidak memiliki Kata Yang berarti “seks berhubungan” sehingga harus mengambil Kata tersebut dari Bahasa Asing. Sebagai contoh orang Yahudi dilarang menyebut AMNA Tuhan mereka Secara langSung. Olehnya ITU sebaiknya Nama-Naman Penyakit ITU diganti dengan Bentuk eufemistik seperti épilepsi, scabies, abses Dan CA untuk mengganti Kata Kanker. Penyakit Yang diderita seseorang merupakan sesuatu Hal Yang tidak Cerian Bagi pendérythanya. Tabu Dan eufemisme berdampak pada setiap orang, disadari Atau tidak tetapi tetap Saja mempengaruhinya.

Hass (1951) menekankan bahwa pengucapan Kata-Kata Tabu (Tabu Linguistik) tertentu agaknya berasal dari situasi bilingue. Berdasarkan motivasi psikologis, Kata-Kata Tabu muncul minime Karena Tiga HAL, yakni Adanya sesuatu Yang menakutkan (tabou de la peur), sesuatu Yang membuat Perasaan tidak Enak (tabou de délicatesse), Dan sesuatu Yang tidak santun Dan tidak pantas (tabou de bienséance ). Penyakit-penyakit Yang referennya bersifat Gambar lazimnya dihindari penyebutan desfemistisnya (Kata-Kata Yang ditabukan Atau tidak Enak untuk disebutkan), Dan hendaknya diganti dengan Bentuk eufemistisnya. Tabu jenis ini berkaitan dengan seks, bagian-bagian tubuh tertentu Dan fongsinya, Serta beberapa Kata Makian Yang kenal tidak pantas Atau tidak santun untuk diungkapkan. Kalau Pun harus diekspresikan, Kita Memilih menggunakan Cara-cara yang tidak langSung (circumlocution).


Comments are closed.